
Jayapura, 28 Juli 2026 — PT PLN (Persero) Bersama Pemerintah terus berusaha mempercepat pemerataan energi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Tanah Papua. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes) yang didukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), hadirnya listrik membelah medan ekstrem kini terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat pelosok.
Guna menjamin kemandirian energi dan memutus ketergantungan pada bahan bakar fosil, PLN mendorong pembangunan microgrid mandiri berbasis potensi alam local. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) menjadi pilihan utama.
Keberhasilan elektrifikasi di wilayah 3T sangat bergantung pada kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh adat dan agama. General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Robert Rumsaur, menegaskan pentingnya kolaborasi dan pendekatan sosiokultural bersama tokoh adat serta masyarakat setempat.
“PLN UIW Papua dan Papua Barat tidak berjalan sendiri. Bagi PLN, melistriki seluruh penjuru negeri adalah komitmen harga mati untuk menjadikan listrik sebagai hak dasar seluruh rakyat Indonesia,” tegas Robert.
Dalam mengelola kelistrikan di enam provinsi Papua, PLN menerapkan strategi efisiensi guna memitigasi gejolak harga energi global dan menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik. Pada sistem kelistrikan besar, PLN memaksimalkan penyerapan EBT berbasis air (PLTA) sebagai pasokan beban dasar serta menjaga performa pembangkit termal. Sementara pada sistem terisolasi, efisiensi ditempuh lewat perawatan proaktif, pengaturan pola pembebanan, relokasi mesin dinamis, dan penertiban tata kelola produksi.
Percepatan transisi menuju sistem yang cerdas, mandiri, dan berbasis energi bersih kian diperkuat lewat penerapan teknologi masif, seperti Smart Microgrid dan Hibridisasi Pembangkit, PLTS Komunal Modular, PLTS Individual (SuperSUN) untuk demografi menyebar, hingga pemantauan berbasis digital (remote monitoring).
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi merajut ekosistem kelistrikan masa depan di tanah Papua. Kami percaya, teknologi yang tepat guna menjadi jembatan kokoh untuk mengalirkan terang, menggerakkan roda ekonomi lokal, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di seluruh pelosok,” pungkas Robert.
Inovasi teknologi tepat guna dan pemanfaatan potensi EBT lokal ini menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan keadilan energi di Tanah Papua. Dengan menjaga keseimbangan antara keandalan pasokan, efisiensi operasional, dan kelestarian lingkungan, PLN terus melangkah pasti mempercepat transisi energi bersih demi mewujudkan Papua yang terang, mandiri, dan sejahtera hingga ke pelosok negeri.