
JAYAPURA, 13 September 2026 – PT PLN (Persero) berhasil mengalirkan listrik ke 128 desa di wilayah Papua sepanjang semester pertama tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memperluas pemerataan akses energi, khususnya di daerah yang selama ini belum terjangkau infrastruktur kelistrikan.
General Manager PLN UIWP2B, Roberth Rumsaur, menyatakan seluruh provinsi di Tanah Papua masih menjadi wilayah prioritas pengembangan kelistrikan pada tahun ini.
“Sebanyak 128 desa yang baru terlistriki tersebut tersebar di Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya,” ujar Roberth.
Roberth menjelaskan bahwa perluasan akses ke desa-desa tersebut didukung oleh kapasitas sistem kelistrikan PLN yang saat ini dalam kondisi prima. Tercatat, sistem kelistrikan PLN UIW Papua dan Papua Barat memiliki daya mampu sebesar 334,72 megawatt (MW) dengan beban puncak mencapai 246,52 MW. Artinya, sistem kelistrikan di Papua memiliki surplus atau cadangan daya yang aman hingga 88,2 MW.
“Cadangan daya ini menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjaga sistem kelistrikan tetap andal dalam memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan, termasuk pelanggan baru di desa-desa tersebut,” tegasnya.
Selain perluasan jaringan, PLN turut mencatatkan peningkatan keandalan pasokan yang membuat gangguan listrik semakin minim. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya rata-rata durasi pemadaman atau System Average Interruption Duration Index (SAIDI) menjadi 120,79 menit per pelanggan, lebih baik dari target 146,72 menit. Sementara itu, tingkat frekuensi terjadinya gangguan atau System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) juga berhasil ditekan ke angka 1,22 kali per pelanggan, melampaui target yang dipatok sebesar 2,12 kali per pelanggan.
Pencapaian pada semester pertama ini semakin memacu semangat PLN untuk terus bergerak membangun infrastruktur kelistrikan. PLN memastikan upaya perluasan ini akan terus dilanjutkan hingga layanan listrik bisa dinikmati oleh seluruh wilayah di enam provinsi Tanah Papua tanpa terkecuali.